Bisnis Warangka dan Gagang Keris Go Asia Dari Imogiri Yogyakarta

dok.Bisnis Chandraekajaya

Sutopo, perajin warangka dan gagang keris gaya Yogyakarta yang sudah menekuni sejak dia masih remaja, usaha turun temurun dari keluarga menjadiakan dia sebagai generasi ke empat dari silsilah keluarganyayang serius terjun didunia Seni Pusaka. Beralamatkan di Dusun Payaman Selatan, RT 01/07 Girirejo, Imogiri, Bantul ini dia mempunyai workshop. Workshop usaha Sutupo miliknya yang bernama Sanggar Pusaka tersebut telah berdiri sejak lama. Pengrajin Warangka dan gagang keris yang paling banyak menggerakkan bisnis ini yaitu didaerah imogiri. Sekitar 300 perajin dikawasan Girirejo sendiri yang memang menggantungkan hidup dengan menekuni bisnis warangka dan gagang keris. Hingga saat ini, para perajin ini tergabung dalam Paguyuban Pemerhati Tosan Aji Yogyakarta atau bernama Paguyuban MERTIKARTA.

dok.Bisnis Chandraekajaya

Melalui organisasi tersebut, para pengrajin, selain turut melestarikan budaya yang telah diakui UNESCO ini, mereka dapat memiliki wadah yang bagus untuk melakukan kerjasama, organisasi, serta ekonomi yang diharapkan dapat mendatangkan keuntungan pada para perajin dan sebagai ajang silaturahmi untuk pemerhati tosan aji. Sutopo sering banjir pesanan, walaupun begitu dia tidak mengambilnya sendiri. Dia juga memerlukan bantuan bantuan pengrajin yang lain untuk memproduksinya sehingga tidak memerlukan waktu yang lama. Kepuasan pemesan adalah nomer satu ucapnya. Dengan begitu pengrajin juga akan terbantu perekonomiannya. Pemesan pemesan dari Pulau Bali yang paling ssering banyak memesan warangka dan gagang di Workshop Sutopo.

Pesanan dari mancanegara seperti Negara tetanggan Malaysia dan Brunei pun pernah dia tangani. Warangka dan keris milik sutopo ini sudah Go Internasional walaupun Cuma tingkat Asia. Para Turis yang berlibur ke jogja juga menyematkan mampir ke Workshopnya, untuk sekedar melihat koleksi dan membeli souvenir warangka dan gagang keris untuk dijadikan oleh oleh. Dirinya menyebutkan pernah membuatkan Warangka dan gagang keris pesanan Pengusaha Chandra Ekajaya bernilai sebesar Rp. 500 juta rupiah. Memang mahal karena tingkat kesulitan dan bahan yang di inginkan juga sangat langka, sebenarnya nilai uang segitu tidak seberapa disbanding hasilnya nanti yang akan di dapatkan, Pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*