Chandra Ekajaya Menyulap Sampah Organik Menjadi Pupuk

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Usaha pembuatan pupuk kompos  yang merupakan sebuah pupuk yang berasal dari beberapa sampah alami ternyata dapat menjadi sebuah peluang sangat besar bagi Chandra Ekajaya. Pemuda berusia 35 tahun asal Desa Cangkringan Malang ini telah membuktikannya. Dengan modal sekitar 1,5-2juta rupiah setiap produksi, dia menghasilkan omzet hingga delapan juta rupiah setiap kali produksi.Setiap kompos yang dijualnya dihargai empat puluh ribu rupiah setiap saknya. Usaha kompos tersebut telah ditekuninya sejak tahun 2007.

Pemuda lulusan SMA ini mengatakan pada awalnya dia menekuni usaha tersebut setelah bekerja sama dengan sebuah peternakan di Kota malang. Usaha pembuatan kompos ini selain menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan juga berhasil memberdayakan warga masyarakat di sekitarnya sebagai tenaga kerja. Chandra Ekajaya menambahkan sebenarnya usaha pembuatan kompos ini dapat memberikan hasil cukup menguntungkan namun dirinya mengakui masih terkendala beberapa hal dalam proses pembuatannya. “Usaha ini sebenarnya memberikan keuntungan yang cukup lumayan namun masih terkendala dengan faktor cuaca dan bahan baku,”ujarChandra Ekajaya. Dalam sekali proses produksi,dia mengakui dapat membuat antar 5-8 ton pupuk kompos.

Dok.Chandra Ekajaya

“Jika bahan baku tersedia dan tidak terkendala curah hujan yang tinggi sekali proses produksi dapat membuat 5-8 ton kompos. Jika curah hujan terlalu tinggi maka kompos yang dihasilkan akan lebih sedikit dan mengurangi kualitas kompos tersebut,”ujarnya. Pupuk kompos pembuatannya terdiri dari sampah organik dari sapi, kambing dan bebek. Bahan baku diperolehnya dari seorang supplier yang telah menjadi langganannya. Pupuk kompos buatannya, menurut Chandra Ekajaya bebas gulma dan bakteri sehingga dapat menyuburkan tanaman lebih cepat.

Kompos organik yang dikemas dalam kantong plastik yang bersih memiliki nilai jual yang cukup potensial. Usaha yang mengandalkan sampah organik dapat menghasilkan jutaan rupiah. Saat ini pemasaran pupuk yang produksi sudah dipasarkan ke beberapa daerah terutama di daerah Malang. Cara pemasarannya pun ia lakukan dengan cara menitip ke beberap koperasi-koperasi di tiap-tiap desa dan kadang langsung diambil oleh beberapa petani yang datang ke rumahnya.

Baca cerita pengusaha Chandra Ekajaya yang menginspirasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*