Permen Berbentuk Dot Mengandung Narkoba Beredar di PALI

Mengandung Narkoba Beredar

Setelah beredarnya permen berbentuk dot  diduga mengandung bahan narkoba di tanah air, tak terkecuali di Wilayah Bumi Serepat Sera-san beredar juga barang yang mengandung zat narkoba itu. Hal tersebut menyebabkan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terjun ke lapangan memantau di sejumlah kalangan, warung dan pasar tradisional.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) mengajak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Camat Talang Ubi, Lurah serta Polsek Talang Ubi, menyisir pusat-pusat perbelanjaan di Wilayah Kecamatan Talang Ubi. Alhasil tim gabung menemukan permen berbentuk dot mengandung narkoba. Dari pantauan di lapangan Tim Gabungan serta hasil menyisir pasar kalangan Simpang Raja Kelurahan Han-dayani Mulya dan Pasar Inpres Pendopo, mendapati dua toko yang menjajakan permen berbentuk dot dan permen keras yang diduga mengandung narkoba.

Mengandung Narkoba Beredar

Hasil dari penemuan tersebut langsung ditindak lanjuti dengan meminta pedagang agar menyimpannya dan jangan diperjual belikan barang permen yang bertuliskan “permen keras” tersebut. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin), Lihan didampingi Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Camat Talang Ubi, Dedi, Lurah serta Polsek Talang Ubi, menemukan dua titik yang menjual permen keras tersebut.

“Ada dua titik yang berhasil kami temukan permen seperti dalam pemberitaan yang ramai saat ini, sementara kita hanya beri arahan kepada pedagang agar tidak menjual permen berbentuk dot tersebut,” kata Lihan, Kamis (9/3). Kemudian temuan tersebut oleh tim gabungan diambil sampelnya untuk selanjutnya akan diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang demi mengetahui secara detil kandungan dalam permen tersebut.

“Sudah kita ambil sampel lalu akan kita bawa ke Palembang untuk kita serahkan ke BPOM, agar kandungan dalam permen berbentuk dot tersebut bisa jelas diketahui, bahan yang terkandung diduga mengandung narkoba,” jelas Lihan. Lihan juga mengimbau kepada masyarakat harus selektif dalam memilih jajanan untuk anaknya. “Kami mengimbau kepada orangtua agar berhati-hatilah ketika membeli makanan ringan untuk anak, sebab sekarang beredar permen berbentuk dot diduga mengandung bahan narkoba,” ujar Lihan.

Baca berita tentang Chandra Ekajaya yang lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*