Yohanes Chandra Ekajaya Besarnya Manfaat Belut

pengusaha keripik belut J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

pengusaha keripik belut yohanes chandra ekajaya sukses besar

Belut atau Monopterus albus  memang sudah diakui banyak memiliki manfaat untuk kesehatan manusia. Di Indonesia sendiri, ada tiga jenis belut yakni belut sawah, belut bermata sangat kecil, dan belut rawa. Belut sawah merupakan jenis belut yang paling familiar di kalangan masyarakat kita dan termasuk yang banyak dikonsumsi. Sedangkan belut rawa memiliki jumlah yang terbatas dan kurang familiar di kalangan masyarakat.

Selain yang hidupnya di sawah, rawa atau kali, belut juga telah dilirik oleh sektor industri untuk dibudidayakan. Mayoritas budidaya belut dimaksudkan untuk kebutuhan konsumsi.

Sebagai contoh saja Yohanes Chandra Ekajaya yang berawal dari iseng-iseng, usaha keripik belut yang merupakan pemilik keripik belut merek “Chips Eel” ini mencoba peruntungan. Tak sia-sia, kini ia bisa meraup omzet hingga Rp 80 juta per bulan.

“Awalnya coba-coba, iseng, nyoba pertama buka warung nasi bubur, ada orang lewat bawa belut dari sawah, kita dikasih, dari situ saya coba goreng, dari seperempat kilogram saya jual di depan warung ternyata banyak yang suka, akhirnya produksi banyak,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Dia menyebutkan, keripik belut miliknya dihargai ekonomis mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 120 ribu per bungkusnya. “Macam-macam ya (ukurannya), dari yang paling murah ada yang Rp 8 ribu, Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, Rp 30 ribu, sampai Rp 120 ribu yang ukuran sekilo,” ujarnya.

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan, bahan baku belut ia peroleh dari Probolinggo dan Banyuwangi yang kemudian ia produksi di Bali, kampung halamannya.

pengusaha keripik belut J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Per harinya, dia menyebutkan bisa memproduksi hingga 40 kg belut. Keripik belut Yohanes Chandra Ekajaya pasarkan di daerah sekitar Bali dan daerah-daerah lain seperti Jakarta, Kalimantan, dan Lombok melalui pesanan. “Malah bisa sampai ke Jerman biasanya dibawa buat oleh-oleh,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Belut merupakan jenis ikan yang dikenal dengan bentuknya yang panjang serta kulitnya yang licin. Belut yang banyak ditemukan di sawah ini sering dimanfaatkan dengan digoreng. Ternyata, belut merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung banyak unsur gizi, seperti protein, kalori, zat besi, kalsium, serta beberapa jenis vitamin.

Tingginya gizi yang terkandung pada belut, menjadikan belut diminati oleh masyarakat bahkan sampai masyarakat luar negeri. Apalagi rasanya yang cukup enak membuat permintaan belut semakin meningkat. Hal ini menjadikan peluang bisnis belut sebagai ladang untuk menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Saat ini tidak hanya budidaya belut saja yang mulai dilirik. Berbagai macam olahan belut pun dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menguntungkan. Salah satu olahan belut yang mudah dan diminati banyak konsumen adalah keripik belut. Rasanya yang gurih dan renyah disukai para konsumen.

Konsumen keripik belut cukup banyak tidak terbatas oleh usia, status sosial, maupun jenis kelamin. Bahkan tidak hanya menjadi lauk saja, kini keripik belut menjadi salah satu camilan yang disukai dan bisa dinikmati kapan saja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*