Yohanes Chandra Ekajaya Kue Keranjang Merah

Chandra Ekajaya Suka Kue Lezat
Kue Keranjang Merah Lezat

Yohanes Chandra Ekajaya selalu menyukai kue keranjang merah saat Imlek tiba. Kue itu identik dengan warna merah, imlek juga khas pada sajian kue keranjang yang ramai dicari dan dijual pada hari-hari mendekati tahun baru imlek. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang memiliki tekstur kenyal dan lengket.

 

Kue keranjang mulai digunakan sebagai sesaji dalam upacara persembahan kepada leluhur saat tujuh hari menjelang tahun baru imlek, dan pada malam menjelang tahun baru imlek. Kue ini biasanya juga tidak dimakan hingga hari Cap Go Meh atau malam ke-15 pasca tahun baru.

 

Chandra Ekajaya Suka Kue Keranjang
Kue Keranjang Merah

 

Dalam dialek Hokkian, Ti Kwe memiliki arti sebagai “kue manis” yang sering disusun tinggi bertingkat-tingkat dengan penyusunan dari bawah hingga atas semakin kecil yang memiliki arti sebagai peningkatan rejeki atau kemakmuran. Di negara asalnya, terdapat sebuah kebiasaan untuk menyantap kue keranjang ini terlebih dahulu saat tahun baru dengan harapan mendapatakan keberuntungan dalam pekerjaan.

 

Menurut legenda, ada sebuah mitos dalam sejarah terciptanya kue keranjang atau Nian Gao. Pada zaman China kuno, ada seekor raksasa bernama Nian tinggal pada sebuah gua di gunung, dan akan keluar untuk berburu hewan ketika merasa lapar. Pada musim dingin, hewan-hewan banyak yang berhibernasi dan membuat Nian turun ke desa-desa dan mencari korban untuk disantap ketika ia lapar Banyak masyarakat desa hidup dengan ketakutan dengan Nian selama beberapa dekade.

 

Sampai akhirnya ada seorang warga desa yang bernama ‘Gao’ memiliki akal cerdik dengan membuat beberapa kue sederhana yang terbuat dari campuran tepung ketan dan gula, kemudian meletakkan di depan pintu untuk diberikan kepada Nian. Ketika Nian turun untuk mencari mangsa, ia tak lagi mencari manusia untuk dijadikan sebagai santapan namun menemukan kue-kue keranjang ini di depan pintu dan menyantapnya hingga kenyang dan kemudian pergi meninggalkan desa.

 

Chandra Ekajaya Suka Kue Lezat
Kue Keranjang Merah Lezat

 

Yohanes Chandra Ekajaya melanjutkan, setelah Nian pergi kembali ke gunung, warga desa senang karena akhirnya mereka tidak menjadi santapan Nian. Sejak saat itu, penduduk desa membuat kue keranjang pada setiap musim dingin untuk mencegah Nian memburu dan memakan manusia. Dan untuk mengingat jasa Gao yang sudah berhasil mencegah Nian memburu manusia dan menemukan kue beras ini, para penduduk desa menamakan sebagai “Nian Gao”.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*